Jumat, 16 Oktober 2015

Hal yg nyata

Sikaya berlagak berkuasa��
Simiskin tersenyum kecut��
Yang berduit asik menunjuk��
G punya duit cuma nunduk��
Jika dunia diunggulkan��
Adab tak lg dikedepankan��
Aturan ditinggalkan��
Agama pun dikesampingkan��

Rabu, 13 Mei 2015

SABAR

HIKMAH TA'LIM BERSAMA USTADZAH UMMU AHMAD ALKAF

Barangsiapa yg berusaha sabar meskipun dalam hatinya tidak bisa sabar tapi tetap ditahan dan berusaha tetap menunjukkan sabar maka akan diberikan kesabaran itu oleh Allah.swt.
Rasulullah.saw bersabda :
"  مَنْ تَصَبَّرَ صَبَّرَهُ الله :
Barang siapa berusaha sabar maka akan diberi kesabaran oleh Allah."
Orang yang beruntung yaitu : Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka dan dekat dengan surga.
Allah.swt berfirman :
" فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkn ke dalam surga maka dia beruntung."
Rasul. Saw bersabda. : "Islam akan terbelah menjadi 73 dan semuanya golongan akan masuk neraka kecuali satu golongan yaitu yang mengikutiku dan sahabatku"
Salah satu fadhilah orang yang suka membantu kepada orang kelak dia akan masuk surga tanpa hisab
Rasulullah.saw bersabda:
" مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ اَخِيْهِ كَانَ الله فِى حَاجَتِهِ
Barangsiapa membantu hajat saudaranya maka Allah akan membantu hajatnya, "
- dalam riwayat lain barangsiapa membantu hajat saudaranya tapi tidak sampai terpenuhi maka baginya pahala umroh, dan jika sampai terpenuhi baginya pahala haji.
Amal seseorang tidak akan bisa dinikmati balasannya ketika orang tersebut meninggal dan masih meninggalkan hutang.
Rasulullah saw jika hendak menyolati sahabat beliau bertanya "apakah orang ini masih punya hutang ?" sehingga ada yang mau menjamin hutang jenazah itu baru beliau mau menyolatinya. Karena beliau tidak mau menyia2kan doanya dan  merugikan orang yang di hutangi.
Mudah2an bermanfaat kurang lebih nya saya minta maaf.

Sayyidina Ali kholi' Ghosam

Hikmah ta'lim bersama Ustadzah Ummu Ahmad Alkaf

diriwayatkan dari Ali kholi' Ghosam ( dikatakan kholi' Ghosam karena beliau yg meramaikan desa Ghosam dengan ilmu)
Ketika beliau sholat dan membaca sholawat "assalamualaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh" di baca berulang2 ketika ditanya kenapa berulang2 beliau menjawab "ini salam kepada Rasul. Saw dan aku mau ini dijawab oleh rasul jadi aku baca berulang2 hingga rasulullah pun menjawab Waalaykassalaam yaa syeikh" Jadi beliau termasuk cucu Rasulullah yg salamnya di jawab oleh rasulullah. Saw di sholat ataupun diluar sholat.  Dipanggik syekh untuk penghormatan. Dan kata imam sya'roni "tidak sampai dengan maqom ini yang sampai mendapat jawaban langsung dari rasul.saw kecuali orang yang maqomnya sangat tinggi.
Dari Abul Abbas AlMursy (guru dari Imam Ahmad AlBushiry) beliau berkata kepada teman2nya "apakah diantara kalian ada seseorang jika membaca sholawat dan mendengar rasulullah saw menjawab. ?" Dan mereka berkata "tidak ada yang mendengar hal seperti itu" maka beliau berkata "tangisi hati2 yg tertutup dari Allah. Swt yang tidak mendengar jawaban dari sholawat kepada rasul.saw" kata beliau lagi "wallahi sedetik saja andaikata aku lupa kepada rasulullah dari siang ataupun malam  aku tidak akan menganggap diriku golongan orang2 muslim.
Bagaimana mungkin org yg tdk pernah mendengar jawaban salam dari Rasulillah bahkan bermimpi rasulillah pun tdk pernah,apalagi bertatap muka
dengannya bisa merasa lebih baik   dari pada orang2 yg setiap hr bertatap muka  dan dibalas tatapannya dg penuh kasih oleh rasulillah SAW.

Jumat, 26 September 2014

Kisah Nyata "TAS SISWI SMA"

Kisah Nyata "Tas Siswi SMA" Ini Membuat Menangis Siapa Saja yang Membacanya

Islamedia.co  - Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan'a' yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..

Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..

Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!

Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..

Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..

Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya !

Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya. Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?!

Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa..

Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya !

Kini giliran di periksa, dan dari sinilah di mulai kisahnya...

"Buka tasmu wahai putriku.."

Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..

"Berikan tasmu.."

Ia menoleh dan menjerit, "Tidak...tidak...tidak.."

Perdebatan pun terjadi sangat tajam..

"Berikan tasmu.." ... "Tidak.." ... "Berikan.." ... "Tidak.."

Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya ?!

Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?!

Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan !

Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut melihat kejadian tersebut..

Tempat itu pun berubah menjadi hening..

Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut.... ??

Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..

Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan..

Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum !

Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, "Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?"

Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya !

Detik-detik yang menegangkan..

Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ?

Coba tebak.. ?

Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !

Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..

Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut !

Setelah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..

Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, "Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..

Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..

Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan.."

Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut..

Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..

Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka..

Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik..

Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..

(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati)